Who Am I?

My photo
Bekasi, West Java, Indonesia
She's not a girl, not yet a woman. Love to write everything about her life, enjoying her life with Muhammad Try Prasetyo Hadi Putra. And, yes she's Kopites Indonesia! YNWA Lads!

Sunday, September 9, 2012

Problem...


Hallo semua!
Long time no see ya.
Yaaa dibilang sibuk sih engga cuman males aja.
Sibuk sih, tapi…

Ya seperti judulnya, ‘problems’
Everyone have problem.
Yaaah meskipun berapa minggu ini gak ada masalah yang besar buat gue..
Tapi disekeliling gue memiliki masalah yang besar..

Lo tau sinetron-sinetron atau semacam ftv gitu gak?
Iya gue lagi ngerasa gue didalamnya.
Biasanya sih happy ending.. Ya semoga aja ya Allah… Amin..

Ya kalo dijadiin sinetron gue menjadi peran utama yang hidupnya penuh kesyukuran..
Keluarga bahagia yang lengkap dan mencukupi (lebih dari cukup bahkan), memliki sahabat-sahabat yang benar-benar selalu ada, memliki pasangan yang selalu bisa membuat bahagia.. Apa lagi?

Tapi sama seperti sinetron or ftv lainnya..
Tiba-tiba masalah datang, kalo kemaren ceritanya Pii sempet kaya kejedot apa sehingga sempet ninggalin gue, sekarang dateng masalah lain..

Ini bukan masalah gue sih, cuman masalah orang-orang disekeliling gue..
Mungkin, gue tokoh yang (terlalu) peduli sama orang sekitar.. But, that’s me.

Datang masalah dari sisi keluarga yang membuat Mama menangis berapa hari, membuat nenek kakek gue drop fisiknya. Apa yang bisa gue lakuin? Nothing.
Gue  cuma cucu ke 5 dari 7 dari keluarga nyokap gue. Gue masih terlalu ‘kecil’ untuk ikut campur, yang bisa gue lakuin berdoa dan menghibur mama untuk berhenti menangis.

Masalah keluarga sudah mulai surut, datanglah masalah baru dari sisi sahabat-sahabat gue.
Bukan.. Bukan ada yang tiba-tiba salah satu dari kami jatuh cinta dengan pacar sahabat sendiri..
Itu terlalu sinetron lebay bgt..
Ini masalah yang lebih besar dan gak bisa diungkapkan kata-kata.
Yang selama ini gue pikir cuma ada difilm-film.. Terjadi di sahabat gue..
Rasanya itu………………………
Gak bisa diungkapkin, dan gue sebagai sahabat yang selalu ada buat dia.
Akan selalu ada, dan berdoa, dan membantu sebisa gue.

Mau tau yang lebih sinetronnya lagi?
Iya dengan berapa minggu ini hidup gue menjadi sinetron, orang yang paling gue butuhin saat gue mau berbagi dia jauh..

Yup, LDR is going on.
Udah mau 3 minggu kira-kira.
Rasanya?
Rasanya itu……………….

LDR itu bukan masalah sejauh apa jaraknya.. Disaat lo sangat butuh pundak atau dekapan saat itu juga, dan dia gak ada karena memang tidak mungkin bertemu. Itu aja bisa disebut LDR” – unknown
Disaat hidup gue lagi penuh (seperti) sandiwara dimana-mana, Pii the only one who can make me laugh when I’m crying isn’t here.
Udah seminggu ini gue nangis setiap malem, ditambah fisik gue yang lagi drop. (Please, go away influenza and headache)

Dan Pii yang sangat sibuk di Dakol(Daerah Kolot ;p)  sana karena dia terpilih menjadi panitia inau sebagai keamanan… (sempet mikir sih, badan sekecil itu sok2an jadi keamanan)
Itu membuat gue sangat depresi, mau cerita ke sahabat2 gue mereka juga lagi menanggung beban yang sama, ke keluarga… Gak mungkin.
Makanya gue cuma bisa nangis setiap malamnya..
Sampe akhirnya gue gak bisa menahan semuanya dan bilang ke Pii gue butuh dia.
Yap, finally dia mau ngorbanin waktunya sebentar cuma untuk mendengarkan celotehan dan keluhan gue selama 34 menit 11 detik.
Itu pun rasanya…………. Apalagi dia yang rela nelfon gue diparkiran dibawah hujan rintik.
That’s sweet :”)

Meskipun 2 minggu ini dia pulang terus, tapi gue gak bisa egois.
Dia pulangkan gak cuma demi gue, dia harus bisa membagi waktu buat gue, Harsya dkk and also his family. So, sometimes waktu gue yang harus dikit.
Bukan karena apa-apa, dia paling ketemu gue siang-sore kalo malem udah waktunya Harsya dkk.
Gue selalu memaklumi itu.

Tapi tetep sih paling oke waktu minggu lalu dia pulang, gue jemput dia naik motor loh ke pangkalan jati ahahaha
Apalagi gue udah lama bgt gak naik motor jauh-jauh jam 7an lagi.
Perjuangan cinta:”””)
Sekarang gue tau rasanya jadi Pii yang capek yang suka anter jemput gue :”)

Jadi inti dari semua cerita dipost ini.
Hidup lo itu kaya sebuah film, lo pemeran utama dan Allah sutradaranya.
Tapi lo pemeran yang bebas memilih mau berperan seperti apa.
So, jalanin hidup lo dengan penuh harapan bahwa film(/hidup)lo ini berakhir dengan bahagia!

Ok, see ya!
Salam, Pemeran Utama.

No comments:

Post a Comment