Saat itu aku sedang mencoba berlari menjauh dari seorang peran yang cukup berarti didalam cerita hidupku.
Aku bertemu denganmu yang sedang duduk kelelahan, seperti sehabis lari tapi tidak tau tujuan.
Lalu tiga kata keluar dari mulutku.
"Hay, apa kabar?"
Aku tidak pernah tau bahwa kata itu bisa merubah segala rencana kita.
Lalu kamu tersenyum, tiba-tiba kita duduk bersampingan.
Kita bercerita, bercanda gurau.
Lalu ketika tidak ada bahan tawaan lagi.
Kalimat itu muncul.
"Bagaimana pacarmu?"
Sekita kita terdiam, bahkan kamu yang bertanya tentang itu.
Aku hanya tersenyum kecut.
Yang disusul dengan tetesan air mata yang cukup deras.
Keluarlah semua beban yang selama ini aku tanggung.
Dan seketika itu juga kamu berkata,
"Aku janji akan jagain kamu. Bahagiain kamu sebisa aku."
Awalnya aku tidak mengerti.
Apakah segampang itu kamu mengucapkan janji?
Aku hanya tertawa ringan, aku muak dengan janji yang diberikan oleh spesies seperti kamu.
"Aku menyesal tidak mengucapkannya dari dulu, sudah berjalan 6 tahun. Kenapa tidak dari dulu kita bertemu lagi?"
Lagi lagi aku hanya tertawa ringan, masih beranggapan bahwa ini lelucon.
"Tapi aneh, rasanya seperti tidak pernah berubah." Katanya.
"Apanya? Sifat bodoh aku karena aku disakitin lagi sama cowo?" bibirku cemberut.
"Bukan, rasa sayangku. Ternyata tak pernah hilang. Hanya tidak pernah terasa."
Aku hanya diam dan kaget mendengarnya.
Jadi, dia serius?
Lalu aku berpikir, tidak lama.
Kenapa aku tidak mencobanya?
Toh, aku kenal dia sudah cukup lama.
Meskipun dia pernah menyakitiku, kenapa dia tidak diberi kesempatan?
"Yaahh mungkin agar bila ketemu lagi kaya sekarang, rasa itu akan timbul lagi." senyumku.
Dan waktu terus berjalan...
Ternyata dia memegang janjinya.
Dia menjagaku..
Dia membahagiakanku..
Aku tau masih panjang jalan yang harus ditempuh.
Tapi, entahlah.
Partner lariku kali ini dia tidak pernah meninggalkanku.
Bahkan disaatku lelah, kami tidak berhenti.
Dia menompangku sampai aku cukup kuat untuk berlari lagi.
Karena kami tau,
Tidak ada waktu untuk berhenti ditempat, apalagi harus mundur.
Kita harus maju, finish kita sudah menunggu didepan.
"Aku sudah tidak sabar, melihatmu setiap harinya sewaktu aku membuka mata dan menutup mata kamu masih disampingku."
Alangkah senangnya akhirnya aku menemukanmu, partnerku :)
| Selamat tanggal Lima, Partner! |

No comments:
Post a Comment