Mungkin sebelum kalian melanjutkan membaca ini cuma jelasin ini adalah post yang paling gak jelas, gak karuan, paling tergalau... Mungkin.
So, here we go.
Berulang kali kita berpisah, itu artinya berulang kali aku bangkit buat lepas dari kamu.
Kamu jatuhin aku ke dasar paling dalam, sendirian.
Sampai akhirnya, banyak orang datang menawarkan hal yang mungkin cuma bisa disebut 'hanya' segenggam kepercayaan.
Kepercayaan untuk memulai dari awal.
Aku menolak,bersikeras menolak.
Aku selalu percaya, aku bisa kembali mendaki ke atas untuk menemui kamu lagi.
Tanpa aku harus melirik yang lain, tanpa aku harus memulai dari awal dengan orang lain.
Tetapi, aku mendaki kamu malah makin tinggi.
Akhirnya, orang yang datang itu kembali menawarkanku,
"Percayalah nes, banyak orang yang lebih pantas dari dia. Dan mungkin aku salah satunya."
Disaat dia menggulurkan tangannya, dan aku sembari takut menggapainya.
Aku menghela nafas.
"Mari kita coba."
Memang, aku tidak mendaki ke tempatmu lagi.
Tapi entah mengapa dari atas sana, kamu tersenyum.
Tersenyum licik.
Seperti mengatakan, "ayo kita taruhan, dia akan sama saja sama yang sebelumnya. Aku tetep nomer satu."
Aku bertekad, sama tekadku seperti sebelum-sebelumnya.
"Aku bisa pergi darimu, pergi dari dasar ini."
Aku berjalan, dengan orang yang bilang dia lebih baik.
Tapi, ini salahku.
Aku terlalu mudah percaya.
Tapi, aku tidak percaya dengan diriku sendiri.
Sampai akhirnya, selalu dengan alasan yang sama.
"Kamu benar, kamu memang tidak bisa pergi darinya. Jangankan pergi, kamu tidak bergerak sama sekali."
Akhirnya aku terdiam.
Aku salah apa?
Apa yang kau tanam didiriku?
Mungkin kita kaya magnet, aku adalah kutub selatan. Kamu kutub utara.
Mau kemanapun kita pergi, pada akhirnya kita bertemu lagi.
Dititik dimana kamu menjatuhkan aku.
Dan lagi, sekali lagi.
Aku merangkak ke atas, berharap genggaman tanganmu menjulur kebawah untuk mengangkatku sekali lagi.

No comments:
Post a Comment