Aku masih terkurung oleh kesedihan yang aku kira tidak akan ada ujungnya..
Enam bulan yang lalu..
Aku masih selalu ingin tau, tentangnya (mantanku) dan pacar barunya..
Enam bulan yang lalu..
Aku masih merasa sakit yang luar biasa setiap mengingat sumber pembuat ketawaku direbut oleh perempuan lain..
Enam bulan yang lalu..
Aku berdoa setiap malamnya, untuk didekatkan kembali dengannya.. Atau setidaknya ambil rasa sakit yang ada dihati..
Enam bulan yang lalu..
Setiap aku bertemu dengannya, sumber tertawaku dahulu. Tapi ia hanya memberikanku sakit, dan air mata..
Enam bulan yang lalu..
Tidak ada sedikitku berpikir akan bertemu oleh dirimu, orang yang mengenalku dari aku berumur sangat muda, 14 tahun..
Enam bulan yang lalu..
Aku tidak akan pernah tau rasanya bila aku memejamkan mata lalu terbayang akan wajahmu, dan membuat lengkungan senyum sempurna dibibirku..
Enam bulan yang lalu..
Aku tidak akan tahu, ternyata Tuhan hanya ingin aku menyebutkan nama lain di doa-doaku..
Enam bulan yang lalu..
Aku tidak akan tahu, bahwa kata-kata "Apa kabar?" bisa merubah seluruh hidupku..
Enam bulan yang lalu..
Aku tidak akan tahu, bahwa Tuhan mengambil sumber tertawaku ditukarkan dengan sumber bahagiaku sekarang..
Dan tepat enam bulan yang lalu..
Saat dirinya mengatakan, "kamu bisa cari yang lebih dari aku", siang itu, dimobilnya, setelah banyak teriakan dan air mata.
Ternyata Tuhan sudah menyiapkan apa yang sudah dia katakan.
Bahkan, Tuhan menyiapkan sedikit kejutan untukku, selain lebih baik ternyata dia bisa menyempurnakanku.
Terimakasih atas enam bulan yang lalu, disiang itu, kata-katanya menjadi doa dan langsung dirancang dan dikabulkan oleh Tuhan dalam waktu 11 hari.
Tuhan mengirimkan,
seorang jagoan,
yang merubah hariku,
yang menjadi sumber bahagiaku,
yang menyempurnakanku,
dan seperti yang dia bilang, lebih baik darinya.
Tuhan rencana-mu keren!
