Who Am I?

My photo
Bekasi, West Java, Indonesia
She's not a girl, not yet a woman. Love to write everything about her life, enjoying her life with Muhammad Try Prasetyo Hadi Putra. And, yes she's Kopites Indonesia! YNWA Lads!

Friday, May 4, 2012

See you when you want see me.

*breathe.... inhale... exhale...*

HOLLAAAAAAAAAAAAAAAAA! :"D
Setelah hampir seminggu hubungan lagi kacau balau (lagi).
I'm back. Susah loh mengetik blogger.com di laptop butuh tenaga dan kuatin batin.
Why?
Yeah, everybody who has always read my blog know. This blog is full of my story with Rachmawan Rafiandri.
Seperti post yang sebelum ini, saya hanya meng-post lirik lagu song of the day.
"Adele - Don't You Remember."
Waktu saya meng-post itu, dihari itu saya sedang mencoba untuk mempertahankan hubungan saya dengan dia.
Hubungan yang baru saya dan dia bina selama 1 tahun 3 bulan 3 hari.
Hubungan yang selalu saya coba pertahankan.
Hubungan yang selalu saya ceritakan disini.
Hubungan yang seperti kalian tau selalu ada cinta, kebahagian, tawa, kesedihan, bahkan tangisan.
Hubungan ini..... Seriously I write this with a tears running down in my eyes.
Hubungan yang selalu saya banggakan :')

Hari itu di hari selasa pada awalnya saya dan dia baik-baik saja.
Kami tertawa seperti biasa bahkan saya rela ditertawakan dia karena saya terjedot pintu angkot.
Tapi atmosfir kebahagian itu sirna dimalam hari,
Entah karena kami berdua lelah, karena kesibukan kami masing-masing.
Amarah dan emosipun memuncak.

Dia mengatakan dia lelah dengan semua ini.
Semua manusia lelah itu wajar, lelah itu memang pasti ada. Bukan hanya difisik tapi disebuah hubungan.
Sesungguhnya akupun lelah, aku lelah selalu bertengkar karena hal-hal kecil.
Bertengkar hanya karena beda pendapat.
Bertengkar hanya karena tidak mau mendengarkan satu sama lain.
Intinya bertengkar karena ego masing-masing.

Pernahkan kalian yang membaca ini bertengkar hebat dengan pasangan kalian sehingga kalian berkata lelah?
Lalu kalian memutuskan hubungan kalian?
Pernah gak terbesit pikiran kalian setelah berpisah, kalian berpikir.
Buat apa sih berpisah karena alasan "lelah"?

Padahal kalo dipikir masih banyak alasan untuk mempertahankan dibandingkan kalian harus mengakhiri, iyakan?
Kalian sudah melakukan 1001 cara dari awal untuk mempertahankan hubungan sampe sekarang.
Melewati masalah yang lebih besar dari ini.
Dari mengejar untuk bisa berpacaran, mantan yang menganggu, perselingkuhan, masalah keluarga, dan masih banyak masalah yang lebih besar.
Lalu setelah semua masalah sudah kalian lewati, kalian hanya tersandung batu kecil kalian malah langsung menyerah? Kemana semangat kalian waktu mengangkat dan menghancurkan batu besar?

Bodoh ya. Ya seperti saya dan dia yang bodoh.
Sesungguhnya selama seminggu ini saya tidak menyerah dan bahkan sampai saat ini saya rasanya tidak ingin menyerah.
Saya mau menendang batu kecil ini jauh-jauh.
Tapi dia tidak, dia beda pikiran.
Dia hanya mau langsung terjatuh dan menyerah.

Dia hanya menitipkan sebuah pesan kepada saya.
"Inget hal ini, kita putus bukan berarti tidak jodoh."

Hai kamu, bila kamu membaca post ini.
Kamu tau satu hal? Kenapa aku bisa mencintaimu sebegitu dalamnya?
Padahal aku memiliki mantan yang lebih lama dibanding kamu. Tapi kenapa seberat ini untuk let it go?
Satu hal, kamu lah yang membuat ku terlepas dari dua jerat orang yang dulu selalu berputar sekitarku.
Kamulah orang yang bisa membuatku dari menangis menjadi tertawa. Bahkan dari tertawa sampai menangis.
Kamu yang satu-satunya tau aku dari ujung rambut hingga kaki.
Kamu yang rela berkorban demi aku.
Kamu iya cuma kamu.
Demi Allah, aku tidak berbohong.
Bukan karena kita sedang berpisah.
Dan kamu akan selalu tau, kalau kamu membutuhkan ku.
Kamu tau aku dimanakan?
Aku selalu ada disini, ditempat yang selalu kamu tau.
I love you, Pi. See you when you want to see me :""""")